Sabtu, 19 Oktober 2019

Bagaimana menjadi wanita yang sholihah dan memiliki sifatnya?

pertama;
Wanita muslimah adalah wanita yang beriman bahwa Allah Rabb nya dan Muhammad nabi-Nya, serta Islam menjadi pedoman hidupnya. Dampak itu nampak jelas dalam perkataan, perbuatan, dan amalannya. Dengan begitu, ia akan menjauhi apa-apa yang menyebabkan murkanya Allah, takut akan siksa-Nya, dan jauh menyimpang dari aturan-Nya.

kedua;
Wanita muslimah adalah yang menjaga sholat lima waktu dengan wudhunya, khusyu' dalam menunaikannya, dan didirikan tepat pada waktunya, sehingga tidak ada sesuatu pun yang menyibukkannya dari sholat itu. Tidak ada suatu pun yang melakukannya dari beribadah kepada Allah, sehingga nampak jelas padanya buah sholat itu. Sebab sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar, serta sebuah benteng yang besar dari perbuatan maksiat.

ketiga;
Wanita muslimah adalah yang menjaga hijabnya, dan dengan rasa senang hati selalu demikian. Sehingga ia tidak keluar kecuali dalam keadaan berhijab rapi, mencari perlindungan Alla SWT dan bersyukur kepada-Nya atas kehormatan yang diberikan kepadanya dengan adanya hukum memakai hijab, dimana Allah menginginkan kesucian baginya dengan hijab tersebut. Allah berfirman:
"Wahai nabi, katakan kepada istri-istrimu dan anak-anak permpuanmu, serta wanita-wanita mukmin supaya mereka menjulurkan jilbab-jilbabnya" (QS. Al- Ahzab)

keempat;
Wanita muslimah yang selalu menjaga ketaatan kepada suaminya, seiya sekata, sayang kepadanya, mengajaknya kepada kebaikan, menasehatiya, memelihara kesejahteraanya, dan tidak pernah mengeraskan suara pada saat berkata kepadanya, serta tidak menyakitkan hatinya.

kelima;
Wanita muslimah adalah yang mendidik anak-anaknya untuk taat kepada Allah SWT, mengajarkan kepada mereka aqidah yang benar, menanamkan dalam hati mereka perasaan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, menjauhkan mereka dari segala jenis perilaku tercela. Allah berfirman;
"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. Padanya terdapat malaikat yang bengis dan kejam. Mereka tidak menyalahi apa yang diperintahkan Allah kepada mereka, sedangkan mereka itu menjalankan apa saja yang diperintahkan Allah kepada mereka" (QS. Al-Tahrim)

keenam;
Wanita muslimah adalah yang tidak menerupai laki-laki dalam ha-hak khusus yang menjadi ciri mereka. Juga tidak menyerupai wanita- wanita kafir dalam hal-hal yang menjadi ciri khusus mereka, baik berupa pakaian maupun gerak-gerik dan tingkah laku.

ketujuh;
Wanita muslimah adalah yang menyeru kejalan Allah dalam kalangan kaum wanita dengan kata-kata yang baik. Disamping itu ia mengamalkan apa yang dikatakannya serta berusaha untuk menyelamatkan diri saudara-saudaranya dari siksa Allah.

kedelapan;
Wanita muslimah adalah yang memelihara waktunya agar tidak terbuang sia-sia, baik siang hari atau malam nya,maka ia menjauhkan diri dari ghibah, namimah, ataupun mencaci dan hal-hal yang tidak berguna lainnya. Allah berfirman;
"Dan jauhilah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan senda gurau dan (mereka yang) telah terperdaya dengan kehidupan dunia" (QS, Al-An'am)

Dalam menghadapi percaturan dunia seperti sekarang ini, sebagai wanita muslimah hendaklah memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup memadai. Dan itu semua harus digali dari Al-Qur'an dan Hadits Rasulullah SAW. Dengan demikian, kita sebagai wanita muslimah akan dapat beribadah kepada Allah dengan baik dan benar lagi tepat.
Dan ilmu dapat dikatakan benar dan sejati apabila ia dapat menunjukkan kepada manusia pada jalan yang lurus, yaitu jalan Allah. Yang dapat menagntarkan manisia ke surga serta menjauhkannya dari api neraka. Disamping itu, usahankan untuk dapat menghafal sejumlah ayat Al-Qur'an agar dapat menjadi dasar keyakinan agama dan membiasakan diri untuk membaca Al-Qur'an walau sedikit.

cantik lah, cantik dari dalam

   Kebanyakan wanita sekarang ribut sekali berusaha untuk bisa menjadi cantik. Majalah-majalah wanita didominasi oleh segala jenis iklan yang berkepentingan dalam hal menjaga kecantikan. Mulai dari gaya tatanan rambut, pewarna wajah, pembentuk bentuk tubuh, hingga mode baju dan aksesoris.

   Jika benar-benar mengikuti resep seperti itu, untuk bisa tampil menarik maka seorang wanita harus merelakan sekian juta rupiah dari dompetnya. Belum lagi ditambah kursus-kursus kepribadian yang mengajarkan cara berpenampilan, cara senyum yang menarik, cara berjalan yang baik, cara makan yang beretika, hingga etika berkendara yang benar, yang katanya akan semakin menambah bobot kecantikan seorang wanita.
   Nyatanya, kursus-kursus kepribadian ini cukup banyak diminati wanita, terutama mereka yang mempunyai karir dan keahlian untuk tampil menarik didepan publik. Biaya yang mahal tak menjadikan mereka surut keinginan.

Apa yang disebut kecantikan sebenarnya?
Yang pertama, kecantikan yang tumbuh dari dalam.
Yang kedua, kecantikan yang dipoles dari luar.
  
   Dari dua macam jenis kecantikan ini, sebenarnya yang pertamalah yang akan lebih banyak menentukan. Sementara kecantikan kedua hanya memberikan tambahan dan sentuhan akhir saja yang akan menyempurnakan.
   Akhlak dan kepribadian wanita, akan terbentuk seperti sebagaimana bobot tauhid di dalam hatinya. Begitu juga dalam hal penampilan seseorang, akan dipengaruhi dengan bagaimana kondisi kejiwaannya. Hal ini begitu penting, sehingga bagi siapa saja yang ingin tampil cantik dan menarik, penting baginya untuk membenahi terlebih dahulu keadaan pribadinya. Karena upaya ini cukup rumit dan berat, maka orang tak segan membayar jutaan rupiah untuk belajar kepribadian secara instan.
  
    Inilah sebenarnya yang dilakukan di sekolah-sekolah kepribadian, dimana diajarkan cara senyum, cara bersalaman, hingga cara melirik dengan harga jutaan rupiah untuk beberapa kali pertemuan.
Akan tetapi didalam Al-Quran, yang sebenarnya telah ada resep yang murah untuk tampil cantik. Siapapun bisa memperolehnya tanpa harus mengeluarkan biaya.
    Ketika seorang wanita telah berhasil menumbuhkan kecantikannya dari  dalam, maka muslimah bisa melengkapinya dengan mempercantik diri dari luar dengan seadanyaa. Namun yang lebih perlu diingat, bahwa fungsi pemolesan kecantikan dari luar hanya sebagai pelengkap, sementara pembinaan kecantiakn dari dalam yang otomatis akan membentuk kecantiakn yang sebenarnya.

Minggu, 13 Oktober 2019

Ketika wanita,,

SEHARGA KECANTIKANNYA, jika kita merasa akan dihargai orang hanya dengan menonjolkan kecantikan dan keindahan tubuh, maka bisa diartian bahwa kita hanya sebatas kecantikan itu tidak akan lebih seperti dari seekor burung merak yang sibuk memamerkan bulunya. Dan yang diperoleh hanya kagum dan pujian, tetapi tujuan dari kehidupan yang demikian tidak akan tercapai.
Wanita seperti itu hanya akan sibuk merawat kecantikannya. Tak peduli seberapa besar pengorbanan yang harus diberikan dan berapa banyak pelanggaran yang harus dilakukan. Yang penting tampil cantik dan menarik, dan menjadi idola banyak orang, karena hal itu merupakan kesempatan untuk memamerkan kelebihannya. Maka umurnya hanya sebatas di dunia saja.
SEHARGA KEMEWAHAN, pernahkan kita merasa ada rasa iri ketika melihat seseorang dengan penampilan trendy, berbelanja barang-barang yang mahal? jika iya, berarti kita mulai menghargai diri dengan nilai kemewahan. Merasa bahwa diri ini akan dilihat orang jika mampu hidup mewah saja. Dan beranggapan bahwa wanita yang memiliki hartalah yang mampu hidup dengan penuh perhatian.
SEHARGA JABATAN, jika kita sebagai wanita sangat berambisi  mengejar karir dan jabatan hanya demi nama baik, artinya itu sama dengan menghargai diri ini sebatas pada jabatan. Lalu jika wanita tidak memiliki jabatan atau karir, akankah merasa bahwa dirinya sebagai wanita murahan? perasaan itu akan mendorong menjadi sebuah pengorbanan yang tidak proporsional.  Terkadang, demi karir ibu rumah tangga rela meninggalkan balitanya dan diserahkan kepada pengasuh bayi atau baby sister yang belum tentu bisa mendidik. Dan tak jarang, seorang istri harus menelantarkan suaminya.

Tetapi jika wanita,,

SEHARGA KEPANDAIANNYA, jangan salah memahami bahwa ilmu pengetahuan tidak penting bagi wanita. Ilmu pengetahuan itu penting untuk siapa saja, dan wajib untuk dicari sepanjang hayat masih dikandung badan. Tetapi yang harus dihindari adalah sekolah hanya untuk mengejar gelar saja. Lantas berharap dengan memiliki gelar yang disandangnya itu akan mendapatkan tempat tinggi dalam masyarakat.
Semakin banyak ilmu pengetahuan yang diperoleh akan menjadikannya lebih baik, asalkan tidak menjadikan wanita menjadi sombong dengan gelar yang ada. Tidak merasa hanya akan dihargai bila mengedepankan gelar-gelar tersebut.
SEHARGA KEIMANAN, jalan terbaik adalah memasang harga diri tinggi yaitu berdasarkan keimanan. Standart ini mendorong wanita untuk merasa memiliki harga diri  dimata masyarakat maupun dihadapan Allah, hanya jika kita memiliki iman. Dan itulah satu-satunya harga diri yang kekal abadi tidak akan ikut terkubur oleh kehancuran bumi saat hari akhir nanti. Dengan harga diri ini wanita akan bersikap penuh keyakinan, sama sekali tidak tergiur iming-iming apapun, karena harapan satu-satunya adalah ridho Allah SWT. Hanya dengan cara inilah wanita bisa hidup tenang, tentram, bahagia dan penuh percaya diri walau dipandang asing oleh masyarakat, karena memiliki pola hidup yang berbeda. Keimanan yang tinggi sudah cukup membuat wanita bangga, tidak lagi ada rasa iri dengan segala macam kelebihan orang lain selain kelebiahan iman. Sebaliknya, wanita akan merasa tidak berharga manakala keimanan menjadi kendur, sehingga ia jauh dari Allah SWT.

Berharganya Wanita


    Penghargaan orang tergantung bagaimana kita menghargai diri kita sendiri. Apabila kita mematok harga yang murah untuk diri kita, maka murahlah juga Allah akan menghargai kita. Sebaliknya jika harga standar ditetapkannya tinggi, maka Allah pun akan memberikan penghargaan yang setimpal.


   Harga yang paling tinggi adalah ketaqwaan, karena berdasarkan harga ini, Allah akan memberikan penghargaan yang setimpal. Harga yang paling rendah adalah yang menyangkut fisik, seperti kecantikan, penampilan, kekayaan,  dan jabatan.semua itu akan dinilai rendah karena bersifat kebendaan, kedunia semestaan, yang sewaktu-waktu bisa lenyap ditelan bumi. Bila kita menghargai diri kita dengan standart kebendaan ini, sungguh kita hanya memberi harga sebatas usia bumi saja. Alam akhirat yang kekal justru tidak akan mau memberi harga kepada jasad kita. Maka jika kebendaan ini usianya telah usai, hendak lari kemana kita?

Masa demi masa akan berlalu, tinggal kita bagaimana caranya memetik hikmahnya lalu mengusahakan hari depa lebih baik lagi. Untuk itulah diperlukan koreksian diri, dapat melalui muhasabah diri. Baik terhadap perkembangan pribadi, keluarga, maupun lingkungan. Apa dan bagaimana muhasabah itu dilakukan yang akan membentuk kepribadian menjadi lebih baik.


Pentingnya Posyandu Di Masa Pandemi Covid 19

   Upaya  kesehatan  di Pos  Pelayanan  Terpadu (Posyandu)  dalam adaptasi kebiasaan baru tetap dilakukan sebagai upaya percepatan pencegaha...