Selalu Intropeksi
Sebagai seorang muslimah, hendaklah anda selalu melakukan intropeksi diri dan mengavaluasi amal baik dan buruk yang telah dilakukan beberapa saaat yang lalu. Hal itu dikarenakan nafsu manusia selalau condong pada kejahatan, syahwat, dan kesenangan materi. Karenanya, peerlu terus dicegah, dikendaliakn dan dijaga agar tidak terjerumus kedalam lumpur kehinaan dan kenistaan. Allah berfirman;
"Dan (demi) jiwa serta penyempurna (ciptaannya). Maka llah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya'' (Qs: Asy-Syams 7-8)
Sebagai seorang muslimah sejati, hendaklah ukhty melihat apa yang telah ukhty lakukan untuk hari esok yang gemilang.
Sebagaimana Allah berfirman;
''Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatiaknlah apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (Qs. Al- Hasyr 18 )
Wahai akhwatku muslimah! Ketahuilah bahwa aktifitas intropeksi diri itu mengundang kemaslahatan. Diantaranya;
1. Mengetahui aib dan kekurangan diri serta berusaha untuk memperbaikinya.
2. Selalu mempersiapkan diri menghadapi kematian.
3. Meningkatan segala amal sholih dalam aktivitas yang dilakukan
4. Senantiasa menjalin interaksi, dialog, komunikasi, serta khouf kepada Allah.
5. Senantiasa menyibukkan diri sendiri, tanpa menyibukkan aib orang lain.
Mendapat Teman Yang Baik
Sebagai makhluk sosisal, tentu ukhty memerlukan seorang teman dalam menjalani hidup dan kehidupan, tempat untuk mengadu, berbagi suka dan duka. Dan tidak jarang kehidupan seorang itu ditentukan dan diwarnai oleh teman sepergaulannya, termasuk didalam dimensi hidup dan keagamaannya. Allah berfirman;
"Teman-teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa" (Qs. Az-Zukhruf 67)
Maka hindarilah teman yang brutal dan berbuat dzalim, yang hanya menjerumuskan kedalam lembah kebinasaan dan perbuatan dosa. Jangan terbawa oleh cara bergaul yang bebas berbuat, yang kelak akan menyesal dan terpurukan.
Sesungguhnya kelompok teman sepergaulan adalah cermin dari kepribadian seseorang. Ketahuilah jika teman itu benar-benar bertabiat baik, maka ia akan menjadi akumulasi kebaikan atas diri di dunia dan akhirat.
Tekun Menuntut Ilmu
Dalam menghadapi peraturan dunia seperti sekarang ini, hendaklah ukhty memiliki bekal pengetahuan dan teknologi yang cukup memadai. Dan itu harus dagali dari Al-Qur'an dan Al- Hadits. Dengan demikian, ukhty akan dapat beribadah kepada Allah dengan benar dan baik lagi tepat. Disamping itu, juga dapat mengetahui selik-beluk urusan agama islam dan masalah-masalah ubudiyah. Itulah keutamaan ilmu sejati, sebagaimana Allah berfirman;
"Katakanlah, apakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?''
Oleh sebab itu ukhty pun jangan sampai mempunyai perasaan malu atau segan untuk bertanya dalam menimba ilmu pengetahuan. Sempatkan diri untuk menghadiri majelis-majelis ta'lim maupun acara pengajian.
Selasa, 31 Desember 2019
Refleksi Tentang Jilbab Bagi Muslimah
Ketika Allah SWT memerintahkan sesuatu, tentu di dalamnya terkandung manfaat dan kebaikan bagi manusia. Allah telah memerintahkan wanita untuk berjilbab dan menahan pandangannya, karena didalamnya terdapat beberapa manfaat spiritual dan sosial. Yaitu;
1. Berjilbab adalah suatu ketaatan kepada Allah
Wanita muslimah yang bertaqwa adalah wanita yang dapat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
2. Berjilbab berarti membiasakan menghiasi diri denagn rasa malu
Jika seorang wanita telah kehilangan rasa malunya atau tidak dapat menjaganya, maka tidak diragukan lagi bahwa ia telah tersesat dan menjauhi sifat 'iffah. Sedikit rasa malu merupakan ukuran sedikitnyab iman seseorang, dan jika rasa malu bertambah, bertambah pula keimanannya.
3. Berjilbab berarti mengekang hawa nafsu
Nafsu senantiasa mendorong manusia pada kejahatan. Jalan menuju surga diliputi duri dan jalan menuju neraka itu diliputi kesenangan. Wanita muslimah yang dapat mengalahkan naluri berhias, gemar pamer, serta dapat memalingkan pandangan, ia akan mampu pula mengalahkan hawa nafsunya.
4. Berjilbab berarti melindungi wanita di masyarakat dari penyakit sosial
5. Berjilbab berarti melindungi generasi muda dari kebebasan seksual
Tindakan seksual bebas antara pemuda dan pemudi merupakan hal yang dilarang, dan hal itu biasnya dipicu oleh keberadaan wanita yang tidak berjilbab atau memakai pakaian yang tidak senonoh. Di antara jalan untuk menghindari tindakan sosial seperi itu adalah menjauhi wanita yang tidak berjilbab, menajuhi sumber fitnah, dan berpuasa dan mengingat Allah SWT.
1. Berjilbab adalah suatu ketaatan kepada Allah
Wanita muslimah yang bertaqwa adalah wanita yang dapat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
2. Berjilbab berarti membiasakan menghiasi diri denagn rasa malu
Jika seorang wanita telah kehilangan rasa malunya atau tidak dapat menjaganya, maka tidak diragukan lagi bahwa ia telah tersesat dan menjauhi sifat 'iffah. Sedikit rasa malu merupakan ukuran sedikitnyab iman seseorang, dan jika rasa malu bertambah, bertambah pula keimanannya.
3. Berjilbab berarti mengekang hawa nafsu
Nafsu senantiasa mendorong manusia pada kejahatan. Jalan menuju surga diliputi duri dan jalan menuju neraka itu diliputi kesenangan. Wanita muslimah yang dapat mengalahkan naluri berhias, gemar pamer, serta dapat memalingkan pandangan, ia akan mampu pula mengalahkan hawa nafsunya.
4. Berjilbab berarti melindungi wanita di masyarakat dari penyakit sosial
5. Berjilbab berarti melindungi generasi muda dari kebebasan seksual
Tindakan seksual bebas antara pemuda dan pemudi merupakan hal yang dilarang, dan hal itu biasnya dipicu oleh keberadaan wanita yang tidak berjilbab atau memakai pakaian yang tidak senonoh. Di antara jalan untuk menghindari tindakan sosial seperi itu adalah menjauhi wanita yang tidak berjilbab, menajuhi sumber fitnah, dan berpuasa dan mengingat Allah SWT.
Minggu, 29 Desember 2019
Wanita dan jilbab
Islam memandang wanita sebagai makhluk yang memiliki kepribadian istimewa, sehingga islam sangat memuliakan dan menghargai mereka. Karena itulah, islam menetapkan beberapa aturan bagi mereka agar dapat hidup mulia dan suci didunia, disaat memperoleh Kebahagiaan surgawi di akhirat kelak. Berjilbab menahan pandangan merupakan salah satu hal yang yang diwajibkan kepada mereka. Allah berfirman:
" Hai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Dan demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu " (Al-Ahzab 59)
Wanita itu wajib menutup seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangannya. Allah memerintahkan untuk menahan pandangannya dan melarangnya menampakkan perhiasannya kecuali pada mahramnya, sebagaimana ditetapkan di dalam surat an-nuur ayat 31 yaitu:
" Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka atau wanita-wanita islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah Kamu sekalian kepada Allah orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
Laki-laki muslim berkewajiban untuk memerintah kepada orang-orang yang menjadi tanggungannya memakai jilbab dengannya mereka dapat menjaga diri dan kemuliaan meerintah wanita supaya berjilbab dan menahan pada dengan tujuan untuk menjaga kepribadian dan kesuciannya berjilbab dan menahan pandangan ini mempunyai nilai sosial lainnya, sebagaimana ia pun mempunyai nilai ekonomi.
Islam memandang wanita sebagai makhluk yang memiliki kepribadian istimewa, sehingga islam sangat memuliakan dan menghargai mereka. Karena itulah, islam menetapkan beberapa aturan bagi mereka agar dapat hidup mulia dan suci didunia, disaat memperoleh Kebahagiaan surgawi di akhirat kelak. Berjilbab menahan pandangan merupakan salah satu hal yang yang diwajibkan kepada mereka. Allah berfirman:
" Hai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Dan demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu " (Al-Ahzab 59)
Wanita itu wajib menutup seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangannya. Allah memerintahkan untuk menahan pandangannya dan melarangnya menampakkan perhiasannya kecuali pada mahramnya, sebagaimana ditetapkan di dalam surat an-nuur ayat 31 yaitu:
" Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka atau wanita-wanita islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah Kamu sekalian kepada Allah orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
Laki-laki muslim berkewajiban untuk memerintah kepada orang-orang yang menjadi tanggungannya memakai jilbab dengannya mereka dapat menjaga diri dan kemuliaan meerintah wanita supaya berjilbab dan menahan pada dengan tujuan untuk menjaga kepribadian dan kesuciannya berjilbab dan menahan pandangan ini mempunyai nilai sosial lainnya, sebagaimana ia pun mempunyai nilai ekonomi.
Langganan:
Postingan (Atom)
Pentingnya Posyandu Di Masa Pandemi Covid 19
Upaya kesehatan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam adaptasi kebiasaan baru tetap dilakukan sebagai upaya percepatan pencegaha...
-
Upaya kesehatan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam adaptasi kebiasaan baru tetap dilakukan sebagai upaya percepatan pencegaha...