Sabtu, 07 Agustus 2021

Pentingnya Posyandu Di Masa Pandemi Covid 19

   Upaya  kesehatan  di Pos  Pelayanan  Terpadu (Posyandu)  dalam adaptasi kebiasaan baru tetap dilakukan sebagai upaya percepatan pencegahan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, penyuluhan, dan penyebarluasan informasi kesehatan, serta surveilans kesehatan berbasis masyarakat rangka pencegahan dan pengendalian  Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 

  Pusat Kesehatan Masyarakat wajib melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait ditingkatannya, serta pendampingan kepada Posyandu di wilayahnya untuk memastikan bahwa pelaksanaan upaya kesehatan di posyandu dalam masa adaptasi kebiasaan baru. Posyandu yang berada di daerah zona kuning, zona oranye, dan zona merah tidak melakukan hari buka Posyandu dan kegiatan dilaksanakan melalui penggerakan masyarakat untuk kegiatan mandiri kesehatan atau janji temu dengan tenaga kesehatan  serta melaporkannya kepada kader posyandu, yang dapat dilaksanakan dengan pemanfaatan teknologi informasi, dan komunikasi.

  Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan yang mewadahi pemberdayaan masyarakat dalam pelayanan sosial dasar yang pelaksanaannya dapat disinergikan dengan layanan lainnya sesuai potensi daerah. Salah satu kegiatan sosial dasar di Posyandu, yakni kegiatan kesehatan, yang utamanya adalah Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana  (KB), Imunisasi, Gizi, dan pendidikan pola hidup sehat yang dilakukan dalam 5 (lima) langkah kegiatan pada hari buka serta di luar hari buka posyandu. Dalam pelaksanaannya, posyandu dapat mengembangkan kegiatan tambahan sesuai dengan kebutuhan, kesepakatan dan kemampuan masyarakat.

Pada masa adaptasi kebiasaan baru, setiap kegiatan yang dilakukan dengan mengumpulkan masyarakat harus dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Oleh karena itu, kegiatan pelaksanaannya harus mengikuti Panduan Operasional Posyandu di Masa Wabah Covid-19 untuk menjadi acuan para pemangku kepentingan untuk penerapan masyarakat produktif dan aman dari penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Tujuan dibukanya posyandu di masa pandemi adalah menjadi acuan bagi pemangku kepentingan terkait dan tenaga pemberi layanan dalam pelaksanaan upaya kesehatan di Posyandu dalam adaptasi kebiasaan baru. Adapun tujuan khususnya adalah terlaksananya pelayanan gizi di Posyandu; terlaksananya pemantauan kehamilan, nifas, konseling menyusui, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, remaja serta lanjut usia di posyandu dalam adaptasi kebiasaan baru; terlaksananya pelayanan imunisasi di posyandu; terlaksananya Pelayanan KB di posyandu; terlaksananya peningkatan perilaku hidup sehat di Posyandu.

  Beberapa peran posyandu di tengah pandemi yang diperlukan:  

1. Pemantauan pertumbuhan balita di antaranya melalui penimbangan dan pengukuran serta pengisian KMS 

2. Pemberian kapsul vitamin A untuk anak 

3. Praktik pemberian makan bayi dan anak 

4. Pendidikan gizi ibu balita, misalnya edukasi pentingnya pemberian ASI eksklusif dan MPASI 

5. Penyuluhan kesehatan maupun gizi pada kelas ibu hamil, seperti cara mencegah anemia dan pentingnya IMD 

6. Edukasi virus corona, mulai dari menjelasan apa itu Covid-19 hingga cara mencegah penularan penyakit tersebut 

Nama : Elfira Maulidia R

NIM : 7318023

Fak/Prodi : FIK/S1. Keperawatan

DPL : DR. Nasrudin, SKM, M.Kes

#KPMMandiriUnipdu

Membangun Resiliensi Keluarga Ketika Menghadapi Pandemi Covid 19

  Kondisi pandemi Covid-19 saat ini yang berdampak pada aspek finansial, kesehatan, pendidikan,dan hal-hal lain membuat keluarga perlu mendukung satu sama lain sehingga dapat mengembangkan resiliensi di dalam keluarga. Resiliensi menjadi penting dalam keluarga, karena di dalamnya ada aspek-aspek eksternal-internal yang penting untuk menjalankan roda kehidupan.optimisme di masa pandemi adalah suatu hal yang perlu dipupuk dengan berbagai upaya agar dalam menghadapi pandemi ini, kita mendapat energi positif. Dalam situasi itu, masyarakat dihadapkan pada perubahan dari berbagai tatanan kehidupan yang kurang diantisipasi oleh banyak pihak. Inilah yang menyebabkan kekayaan batin kita dapat tergerus karena ancaman-ancaman dari luar itu berpengaruh besar pada kesehatan mental yang sebenarnya berfungsi untuk mengelola abstraksi kehidupan kita.Berbagai hal ini menjadi penyebab banyak orang mengalami permasalahan kesehatan mental seperti peningkatan kecemasan dan stres yang berefek pada perilaku tidak produktif. Tidak hanya itu, banyak orang terpaksa untuk beradaptasi dengan realitas baru yang didominasi oleh ketakutan akan penyebaran dan penularan virus. Karena itu, kemampuan untuk resiliensi sebagai benteng ketahanan diri dan bertahan di tengah kondisi pandemi global saat ini sangat perlu diperhatikan. Dalam definisi psikologi, resiliensi bukan hanya sekedar daya tahan, melainkan juga kemampuan individu untuk beradaptasi secara positif dan efektif sebagai strategi dalam menghadapi kesulitan. Hawley dan DeHaan (1996) sendiri mendeskripsikan resiliensi keluarga sebagai kondisi keluarga yang sanggup beradaptasi dan berhasil melalui faktor pendorong stress, baik di situasi-situasi sekarang maupun masa mendatang.

  Keluarga yang resilien atau berdaya tahan lebih akan merespon secara positif segala kesulitan melalui cara-cara tertentu, sesuai konteks, tingkat permasalahan, kombinasi interaktif antara faktor-faktor risiko dan protektif yang dimiliki, serta dengan mempertimbangkan sudut pandang seluruh anggota keluarga.Kondisi yang terjadi saat ini di tengah wabah Covid-19, pada umumnya individu berjuang untuk melindungi diri dan anggota keluarganya agar tidak terinfeksi. Dengan bertambahnya angka individu yang terkena Covid-19 dari hari ke hari, kondisi itu membuat keluarga di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia juga merasakan kekhawatiran dalam menghadapi hal tersebut. Perubahan demi perubahan juga dihadapi oleh keluarga-keluarga akibat dampak dari wabah ini terutama perubahan kebiasaan baik yang terjadi pada sektor pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, dan sebagainya. Perubahan yang terjadi akibat wabah tersebut tentu saja memengaruhi kehidupan seluruh anggota keluarga di dalamnya.Wabah Covid-19 ini dalam tingkatan tertentu memengaruhi sistem terbesar yaitu chronosystem yang membentuk perilaku dan karakter lingkungan sosial yang lebih luas. Perubahan perilaku dan karakter lingkungan dalam skala besar akan berimbas pada microsystem, tempat keluarga dan lingkungan terdekat lain berada. Contohnya dalam situasi seperti ketika menghadapi wabah ini, seluruh keluarga yang biasanya beraktivitas di luar rumah namun saat ini harus tinggal diam di dalam rumah, sebagian besar keluarga juga melakukan tugas-tugasnya dari rumah. Hal tersebut harus dilakukan karena adanya perubahan perilaku lingkungan sosial dalam upaya meredam penyebaran wabah Covid-19. Hal ini berimbas pada perubahan di dalam kebiasaan yang ada pada keluarga.

  Setiap keluarga tidak ada yang bebas dari masalah. Setiap keluarga memiliki tantangan masing-masing untuk dapat menyelesaikan masalahnya tersebut. Masalah keluarga yang timbul seringkali berakhir tidak menyenangkan dengan terjadinya perpecahan dan keterpurukan pada masing-masing anggota keluarga.Suatu proses yang mendukung dibutuhkan dalam keluarga untuk dapat mengatasi tantangan dan bangkit dari keterpurukan sehingga menjadi keluarga yang resilien. Walsh (2003, 2016) menyatakan bahwa resiliensi keluarga merupakan kemampuan keluarga sebagai sebuah sistem untuk dapat mempertahankan keluarga tersebut untuk bangkit dari keterpurukan dan merupakan proses yang dijalani sepanjang kehidupan keluarga.

Nama : Elfira Maulidia R

NIM : 7318023

Fak/Prodi : FIK/S1. Keperawatan

DPL : DR. Nasrudin, SKM, M.Kes

#KPMMandiriUnipdu

Selasa, 31 Desember 2019

akhlakul Karimah

Selalu Intropeksi
Sebagai seorang muslimah, hendaklah anda selalu melakukan intropeksi diri dan mengavaluasi amal baik dan buruk yang telah dilakukan beberapa saaat yang lalu. Hal itu dikarenakan nafsu manusia selalau condong pada kejahatan, syahwat, dan kesenangan materi. Karenanya, peerlu terus dicegah, dikendaliakn dan dijaga agar tidak terjerumus kedalam lumpur kehinaan dan kenistaan. Allah berfirman;
"Dan (demi) jiwa serta penyempurna (ciptaannya). Maka llah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan  ketaqwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya'' (Qs: Asy-Syams 7-8)

Sebagai seorang muslimah sejati, hendaklah ukhty melihat apa yang telah ukhty lakukan untuk hari esok yang gemilang.
Sebagaimana Allah berfirman;
''Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatiaknlah apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (Qs. Al- Hasyr 18 )

Wahai akhwatku muslimah! Ketahuilah bahwa aktifitas intropeksi diri itu mengundang kemaslahatan. Diantaranya;
1. Mengetahui aib dan kekurangan diri serta berusaha untuk memperbaikinya.
2. Selalu mempersiapkan diri menghadapi kematian.
3. Meningkatan segala amal sholih dalam aktivitas yang dilakukan
4. Senantiasa menjalin interaksi, dialog, komunikasi, serta khouf kepada Allah.
5. Senantiasa menyibukkan diri sendiri, tanpa menyibukkan aib orang lain.

Mendapat Teman Yang Baik
Sebagai makhluk sosisal, tentu ukhty memerlukan seorang teman dalam menjalani hidup dan kehidupan, tempat untuk mengadu, berbagi suka dan duka. Dan tidak jarang kehidupan seorang itu ditentukan dan diwarnai oleh teman sepergaulannya, termasuk didalam dimensi hidup dan keagamaannya. Allah berfirman;
"Teman-teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa" (Qs. Az-Zukhruf 67)

Maka hindarilah teman yang brutal dan berbuat dzalim, yang hanya menjerumuskan kedalam lembah kebinasaan dan perbuatan dosa. Jangan terbawa oleh cara bergaul yang bebas berbuat, yang kelak akan menyesal dan terpurukan.
Sesungguhnya kelompok teman sepergaulan adalah cermin dari kepribadian seseorang. Ketahuilah jika teman itu benar-benar bertabiat baik, maka ia akan menjadi akumulasi kebaikan atas diri di dunia dan akhirat.

Tekun Menuntut Ilmu
Dalam menghadapi peraturan dunia seperti sekarang ini, hendaklah ukhty memiliki bekal pengetahuan dan teknologi yang cukup memadai. Dan itu harus dagali dari Al-Qur'an dan Al- Hadits. Dengan demikian, ukhty akan dapat beribadah kepada Allah dengan benar dan baik lagi tepat. Disamping itu, juga dapat mengetahui selik-beluk urusan agama islam dan masalah-masalah ubudiyah. Itulah keutamaan ilmu sejati, sebagaimana Allah berfirman;
"Katakanlah, apakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?''
Oleh sebab itu ukhty pun jangan sampai mempunyai perasaan malu atau segan untuk bertanya dalam menimba ilmu pengetahuan. Sempatkan diri untuk menghadiri majelis-majelis ta'lim maupun acara pengajian.

Refleksi Tentang Jilbab Bagi Muslimah

Ketika Allah SWT memerintahkan sesuatu, tentu di dalamnya terkandung manfaat dan kebaikan bagi manusia. Allah telah memerintahkan wanita untuk berjilbab dan menahan pandangannya, karena didalamnya terdapat beberapa manfaat spiritual dan sosial. Yaitu;

1. Berjilbab adalah suatu ketaatan kepada Allah
Wanita muslimah yang bertaqwa adalah wanita yang dapat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

2. Berjilbab berarti membiasakan menghiasi diri denagn rasa malu
Jika seorang wanita telah kehilangan rasa malunya atau tidak dapat menjaganya, maka tidak diragukan lagi bahwa ia telah tersesat dan menjauhi sifat 'iffah. Sedikit rasa malu merupakan ukuran sedikitnyab iman seseorang, dan jika rasa malu bertambah, bertambah pula keimanannya.

3. Berjilbab berarti mengekang hawa nafsu
Nafsu senantiasa mendorong manusia pada kejahatan. Jalan menuju surga diliputi duri dan jalan menuju neraka itu diliputi kesenangan. Wanita muslimah yang dapat mengalahkan naluri berhias, gemar pamer, serta dapat memalingkan pandangan, ia akan mampu pula mengalahkan hawa nafsunya.

4. Berjilbab berarti melindungi wanita di masyarakat dari penyakit sosial


5. Berjilbab berarti melindungi generasi muda dari kebebasan seksual
Tindakan seksual bebas antara pemuda dan pemudi merupakan hal yang dilarang, dan hal itu biasnya dipicu oleh keberadaan wanita yang tidak berjilbab atau memakai pakaian yang tidak senonoh. Di antara jalan untuk menghindari tindakan sosial seperi itu adalah menjauhi wanita yang tidak berjilbab, menajuhi sumber fitnah, dan berpuasa dan mengingat Allah SWT.

Minggu, 29 Desember 2019

Wanita dan jilbab

  Islam memandang wanita sebagai makhluk yang memiliki kepribadian istimewa, sehingga islam sangat memuliakan dan menghargai mereka. Karena itulah, islam menetapkan beberapa aturan bagi mereka agar dapat hidup mulia dan suci didunia, disaat memperoleh Kebahagiaan surgawi di akhirat kelak. Berjilbab menahan pandangan merupakan salah satu hal yang yang diwajibkan kepada mereka. Allah berfirman:
" Hai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Dan demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu " (Al-Ahzab 59)
Wanita itu wajib menutup seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangannya. Allah memerintahkan untuk menahan pandangannya dan melarangnya menampakkan perhiasannya kecuali pada mahramnya, sebagaimana ditetapkan di dalam surat an-nuur ayat 31 yaitu:
" Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka atau wanita-wanita islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah Kamu sekalian kepada Allah orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
Laki-laki muslim berkewajiban untuk memerintah kepada orang-orang yang menjadi tanggungannya memakai jilbab dengannya mereka dapat menjaga diri dan kemuliaan meerintah wanita supaya berjilbab dan menahan pada dengan tujuan untuk menjaga kepribadian dan kesuciannya berjilbab dan menahan pandangan ini mempunyai nilai sosial lainnya, sebagaimana ia pun mempunyai nilai ekonomi.

Sabtu, 19 Oktober 2019

Bagaimana menjadi wanita yang sholihah dan memiliki sifatnya?

pertama;
Wanita muslimah adalah wanita yang beriman bahwa Allah Rabb nya dan Muhammad nabi-Nya, serta Islam menjadi pedoman hidupnya. Dampak itu nampak jelas dalam perkataan, perbuatan, dan amalannya. Dengan begitu, ia akan menjauhi apa-apa yang menyebabkan murkanya Allah, takut akan siksa-Nya, dan jauh menyimpang dari aturan-Nya.

kedua;
Wanita muslimah adalah yang menjaga sholat lima waktu dengan wudhunya, khusyu' dalam menunaikannya, dan didirikan tepat pada waktunya, sehingga tidak ada sesuatu pun yang menyibukkannya dari sholat itu. Tidak ada suatu pun yang melakukannya dari beribadah kepada Allah, sehingga nampak jelas padanya buah sholat itu. Sebab sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar, serta sebuah benteng yang besar dari perbuatan maksiat.

ketiga;
Wanita muslimah adalah yang menjaga hijabnya, dan dengan rasa senang hati selalu demikian. Sehingga ia tidak keluar kecuali dalam keadaan berhijab rapi, mencari perlindungan Alla SWT dan bersyukur kepada-Nya atas kehormatan yang diberikan kepadanya dengan adanya hukum memakai hijab, dimana Allah menginginkan kesucian baginya dengan hijab tersebut. Allah berfirman:
"Wahai nabi, katakan kepada istri-istrimu dan anak-anak permpuanmu, serta wanita-wanita mukmin supaya mereka menjulurkan jilbab-jilbabnya" (QS. Al- Ahzab)

keempat;
Wanita muslimah yang selalu menjaga ketaatan kepada suaminya, seiya sekata, sayang kepadanya, mengajaknya kepada kebaikan, menasehatiya, memelihara kesejahteraanya, dan tidak pernah mengeraskan suara pada saat berkata kepadanya, serta tidak menyakitkan hatinya.

kelima;
Wanita muslimah adalah yang mendidik anak-anaknya untuk taat kepada Allah SWT, mengajarkan kepada mereka aqidah yang benar, menanamkan dalam hati mereka perasaan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, menjauhkan mereka dari segala jenis perilaku tercela. Allah berfirman;
"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. Padanya terdapat malaikat yang bengis dan kejam. Mereka tidak menyalahi apa yang diperintahkan Allah kepada mereka, sedangkan mereka itu menjalankan apa saja yang diperintahkan Allah kepada mereka" (QS. Al-Tahrim)

keenam;
Wanita muslimah adalah yang tidak menerupai laki-laki dalam ha-hak khusus yang menjadi ciri mereka. Juga tidak menyerupai wanita- wanita kafir dalam hal-hal yang menjadi ciri khusus mereka, baik berupa pakaian maupun gerak-gerik dan tingkah laku.

ketujuh;
Wanita muslimah adalah yang menyeru kejalan Allah dalam kalangan kaum wanita dengan kata-kata yang baik. Disamping itu ia mengamalkan apa yang dikatakannya serta berusaha untuk menyelamatkan diri saudara-saudaranya dari siksa Allah.

kedelapan;
Wanita muslimah adalah yang memelihara waktunya agar tidak terbuang sia-sia, baik siang hari atau malam nya,maka ia menjauhkan diri dari ghibah, namimah, ataupun mencaci dan hal-hal yang tidak berguna lainnya. Allah berfirman;
"Dan jauhilah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan senda gurau dan (mereka yang) telah terperdaya dengan kehidupan dunia" (QS, Al-An'am)

Dalam menghadapi percaturan dunia seperti sekarang ini, sebagai wanita muslimah hendaklah memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup memadai. Dan itu semua harus digali dari Al-Qur'an dan Hadits Rasulullah SAW. Dengan demikian, kita sebagai wanita muslimah akan dapat beribadah kepada Allah dengan baik dan benar lagi tepat.
Dan ilmu dapat dikatakan benar dan sejati apabila ia dapat menunjukkan kepada manusia pada jalan yang lurus, yaitu jalan Allah. Yang dapat menagntarkan manisia ke surga serta menjauhkannya dari api neraka. Disamping itu, usahankan untuk dapat menghafal sejumlah ayat Al-Qur'an agar dapat menjadi dasar keyakinan agama dan membiasakan diri untuk membaca Al-Qur'an walau sedikit.

cantik lah, cantik dari dalam

   Kebanyakan wanita sekarang ribut sekali berusaha untuk bisa menjadi cantik. Majalah-majalah wanita didominasi oleh segala jenis iklan yang berkepentingan dalam hal menjaga kecantikan. Mulai dari gaya tatanan rambut, pewarna wajah, pembentuk bentuk tubuh, hingga mode baju dan aksesoris.

   Jika benar-benar mengikuti resep seperti itu, untuk bisa tampil menarik maka seorang wanita harus merelakan sekian juta rupiah dari dompetnya. Belum lagi ditambah kursus-kursus kepribadian yang mengajarkan cara berpenampilan, cara senyum yang menarik, cara berjalan yang baik, cara makan yang beretika, hingga etika berkendara yang benar, yang katanya akan semakin menambah bobot kecantikan seorang wanita.
   Nyatanya, kursus-kursus kepribadian ini cukup banyak diminati wanita, terutama mereka yang mempunyai karir dan keahlian untuk tampil menarik didepan publik. Biaya yang mahal tak menjadikan mereka surut keinginan.

Apa yang disebut kecantikan sebenarnya?
Yang pertama, kecantikan yang tumbuh dari dalam.
Yang kedua, kecantikan yang dipoles dari luar.
  
   Dari dua macam jenis kecantikan ini, sebenarnya yang pertamalah yang akan lebih banyak menentukan. Sementara kecantikan kedua hanya memberikan tambahan dan sentuhan akhir saja yang akan menyempurnakan.
   Akhlak dan kepribadian wanita, akan terbentuk seperti sebagaimana bobot tauhid di dalam hatinya. Begitu juga dalam hal penampilan seseorang, akan dipengaruhi dengan bagaimana kondisi kejiwaannya. Hal ini begitu penting, sehingga bagi siapa saja yang ingin tampil cantik dan menarik, penting baginya untuk membenahi terlebih dahulu keadaan pribadinya. Karena upaya ini cukup rumit dan berat, maka orang tak segan membayar jutaan rupiah untuk belajar kepribadian secara instan.
  
    Inilah sebenarnya yang dilakukan di sekolah-sekolah kepribadian, dimana diajarkan cara senyum, cara bersalaman, hingga cara melirik dengan harga jutaan rupiah untuk beberapa kali pertemuan.
Akan tetapi didalam Al-Quran, yang sebenarnya telah ada resep yang murah untuk tampil cantik. Siapapun bisa memperolehnya tanpa harus mengeluarkan biaya.
    Ketika seorang wanita telah berhasil menumbuhkan kecantikannya dari  dalam, maka muslimah bisa melengkapinya dengan mempercantik diri dari luar dengan seadanyaa. Namun yang lebih perlu diingat, bahwa fungsi pemolesan kecantikan dari luar hanya sebagai pelengkap, sementara pembinaan kecantiakn dari dalam yang otomatis akan membentuk kecantiakn yang sebenarnya.

Pentingnya Posyandu Di Masa Pandemi Covid 19

   Upaya  kesehatan  di Pos  Pelayanan  Terpadu (Posyandu)  dalam adaptasi kebiasaan baru tetap dilakukan sebagai upaya percepatan pencegaha...