Selasa, 31 Desember 2019

akhlakul Karimah

Selalu Intropeksi
Sebagai seorang muslimah, hendaklah anda selalu melakukan intropeksi diri dan mengavaluasi amal baik dan buruk yang telah dilakukan beberapa saaat yang lalu. Hal itu dikarenakan nafsu manusia selalau condong pada kejahatan, syahwat, dan kesenangan materi. Karenanya, peerlu terus dicegah, dikendaliakn dan dijaga agar tidak terjerumus kedalam lumpur kehinaan dan kenistaan. Allah berfirman;
"Dan (demi) jiwa serta penyempurna (ciptaannya). Maka llah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan  ketaqwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya'' (Qs: Asy-Syams 7-8)

Sebagai seorang muslimah sejati, hendaklah ukhty melihat apa yang telah ukhty lakukan untuk hari esok yang gemilang.
Sebagaimana Allah berfirman;
''Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatiaknlah apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (Qs. Al- Hasyr 18 )

Wahai akhwatku muslimah! Ketahuilah bahwa aktifitas intropeksi diri itu mengundang kemaslahatan. Diantaranya;
1. Mengetahui aib dan kekurangan diri serta berusaha untuk memperbaikinya.
2. Selalu mempersiapkan diri menghadapi kematian.
3. Meningkatan segala amal sholih dalam aktivitas yang dilakukan
4. Senantiasa menjalin interaksi, dialog, komunikasi, serta khouf kepada Allah.
5. Senantiasa menyibukkan diri sendiri, tanpa menyibukkan aib orang lain.

Mendapat Teman Yang Baik
Sebagai makhluk sosisal, tentu ukhty memerlukan seorang teman dalam menjalani hidup dan kehidupan, tempat untuk mengadu, berbagi suka dan duka. Dan tidak jarang kehidupan seorang itu ditentukan dan diwarnai oleh teman sepergaulannya, termasuk didalam dimensi hidup dan keagamaannya. Allah berfirman;
"Teman-teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa" (Qs. Az-Zukhruf 67)

Maka hindarilah teman yang brutal dan berbuat dzalim, yang hanya menjerumuskan kedalam lembah kebinasaan dan perbuatan dosa. Jangan terbawa oleh cara bergaul yang bebas berbuat, yang kelak akan menyesal dan terpurukan.
Sesungguhnya kelompok teman sepergaulan adalah cermin dari kepribadian seseorang. Ketahuilah jika teman itu benar-benar bertabiat baik, maka ia akan menjadi akumulasi kebaikan atas diri di dunia dan akhirat.

Tekun Menuntut Ilmu
Dalam menghadapi peraturan dunia seperti sekarang ini, hendaklah ukhty memiliki bekal pengetahuan dan teknologi yang cukup memadai. Dan itu harus dagali dari Al-Qur'an dan Al- Hadits. Dengan demikian, ukhty akan dapat beribadah kepada Allah dengan benar dan baik lagi tepat. Disamping itu, juga dapat mengetahui selik-beluk urusan agama islam dan masalah-masalah ubudiyah. Itulah keutamaan ilmu sejati, sebagaimana Allah berfirman;
"Katakanlah, apakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?''
Oleh sebab itu ukhty pun jangan sampai mempunyai perasaan malu atau segan untuk bertanya dalam menimba ilmu pengetahuan. Sempatkan diri untuk menghadiri majelis-majelis ta'lim maupun acara pengajian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pentingnya Posyandu Di Masa Pandemi Covid 19

   Upaya  kesehatan  di Pos  Pelayanan  Terpadu (Posyandu)  dalam adaptasi kebiasaan baru tetap dilakukan sebagai upaya percepatan pencegaha...