Kondisi pandemi Covid-19 saat ini yang berdampak pada aspek finansial, kesehatan, pendidikan,dan hal-hal lain membuat keluarga perlu mendukung satu sama lain sehingga dapat mengembangkan resiliensi di dalam keluarga. Resiliensi menjadi penting dalam keluarga, karena di dalamnya ada aspek-aspek eksternal-internal yang penting untuk menjalankan roda kehidupan.optimisme di masa pandemi adalah suatu hal yang perlu dipupuk dengan berbagai upaya agar dalam menghadapi pandemi ini, kita mendapat energi positif. Dalam situasi itu, masyarakat dihadapkan pada perubahan dari berbagai tatanan kehidupan yang kurang diantisipasi oleh banyak pihak. Inilah yang menyebabkan kekayaan batin kita dapat tergerus karena ancaman-ancaman dari luar itu berpengaruh besar pada kesehatan mental yang sebenarnya berfungsi untuk mengelola abstraksi kehidupan kita.Berbagai hal ini menjadi penyebab banyak orang mengalami permasalahan kesehatan mental seperti peningkatan kecemasan dan stres yang berefek pada perilaku tidak produktif. Tidak hanya itu, banyak orang terpaksa untuk beradaptasi dengan realitas baru yang didominasi oleh ketakutan akan penyebaran dan penularan virus. Karena itu, kemampuan untuk resiliensi sebagai benteng ketahanan diri dan bertahan di tengah kondisi pandemi global saat ini sangat perlu diperhatikan. Dalam definisi psikologi, resiliensi bukan hanya sekedar daya tahan, melainkan juga kemampuan individu untuk beradaptasi secara positif dan efektif sebagai strategi dalam menghadapi kesulitan. Hawley dan DeHaan (1996) sendiri mendeskripsikan resiliensi keluarga sebagai kondisi keluarga yang sanggup beradaptasi dan berhasil melalui faktor pendorong stress, baik di situasi-situasi sekarang maupun masa mendatang.
Keluarga yang resilien atau berdaya tahan lebih akan merespon secara positif segala kesulitan melalui cara-cara tertentu, sesuai konteks, tingkat permasalahan, kombinasi interaktif antara faktor-faktor risiko dan protektif yang dimiliki, serta dengan mempertimbangkan sudut pandang seluruh anggota keluarga.Kondisi yang terjadi saat ini di tengah wabah Covid-19, pada umumnya individu berjuang untuk melindungi diri dan anggota keluarganya agar tidak terinfeksi. Dengan bertambahnya angka individu yang terkena Covid-19 dari hari ke hari, kondisi itu membuat keluarga di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia juga merasakan kekhawatiran dalam menghadapi hal tersebut. Perubahan demi perubahan juga dihadapi oleh keluarga-keluarga akibat dampak dari wabah ini terutama perubahan kebiasaan baik yang terjadi pada sektor pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, dan sebagainya. Perubahan yang terjadi akibat wabah tersebut tentu saja memengaruhi kehidupan seluruh anggota keluarga di dalamnya.Wabah Covid-19 ini dalam tingkatan tertentu memengaruhi sistem terbesar yaitu chronosystem yang membentuk perilaku dan karakter lingkungan sosial yang lebih luas. Perubahan perilaku dan karakter lingkungan dalam skala besar akan berimbas pada microsystem, tempat keluarga dan lingkungan terdekat lain berada. Contohnya dalam situasi seperti ketika menghadapi wabah ini, seluruh keluarga yang biasanya beraktivitas di luar rumah namun saat ini harus tinggal diam di dalam rumah, sebagian besar keluarga juga melakukan tugas-tugasnya dari rumah. Hal tersebut harus dilakukan karena adanya perubahan perilaku lingkungan sosial dalam upaya meredam penyebaran wabah Covid-19. Hal ini berimbas pada perubahan di dalam kebiasaan yang ada pada keluarga.
Setiap keluarga tidak ada yang bebas dari masalah. Setiap keluarga memiliki tantangan masing-masing untuk dapat menyelesaikan masalahnya tersebut. Masalah keluarga yang timbul seringkali berakhir tidak menyenangkan dengan terjadinya perpecahan dan keterpurukan pada masing-masing anggota keluarga.Suatu proses yang mendukung dibutuhkan dalam keluarga untuk dapat mengatasi tantangan dan bangkit dari keterpurukan sehingga menjadi keluarga yang resilien. Walsh (2003, 2016) menyatakan bahwa resiliensi keluarga merupakan kemampuan keluarga sebagai sebuah sistem untuk dapat mempertahankan keluarga tersebut untuk bangkit dari keterpurukan dan merupakan proses yang dijalani sepanjang kehidupan keluarga.
Nama : Elfira Maulidia R
NIM : 7318023
Fak/Prodi : FIK/S1. Keperawatan
DPL : DR. Nasrudin, SKM, M.Kes
#KPMMandiriUnipdu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar